Sabtu, 06 Oktober 2012

Hidup dalam Gaya Gesek


Sobat, sebenarnya apa yang dimaksud dengan kesuksessan? Pertanyaan ini sepertinya sudah pernah kita dengar beribu-ribu kali. Jawabannya pun banyak dan beragam yang bersumber dari berbagai motivator, tokoh, dan orang terpandang lainnya. Jawaban yang beragam itu menunjukkan bahwa sukses setiap orang pastilah berbeda-beda. Jika demikian adanya, maka tentu saja cara kita dalam meraih kesuksessan pastilah berbeda pula.
Sejenak kita renungkan, betapa sulitnya kita untuk mencari tahu bagaimana caranya menemukan jalan menuju sukses itu sendiri. Jika jalan menuju suskes itu sendiri sulit dicari, bagaimana kita bisa sampai di titik puncaknya? Namu jangan cemas. Kita dibekali akal bukan? Kapasitas akal kita tak terbatas, begitu pula jangkauan berpikir kita pun pastilah sangat luas.
Sebelumnya kita tahu bahwa sukses adalah suatu hasil dari apa yang telah kita lakukan. Hal yang kita lakukan yang dapat membuahkan sukses tentulah bukan hal yang biasa-biasa saja. Terkadang hal itu sangat besar dan berat sehingga kita beranggapan bahwa mustahil jika kita melakukannya dan hanya orang pemberani yang siap untuk sukses yang dapat melawan kemustahilan itu.

Ada satu hal yang sangat besar yang menunggu untuk kita lakukan. Namun, kita membutuhkan extra energy untuk memulainya. Setelah itu, hal yang sebelumnya kita anggap mustahil untuk dilakukan, akan mengalir begitu saja. Seperti gaya gesek. Sobat, kalian tahu kan, bahwa gaya gesek tebagi menjadi gaya gesek statis (fs) dan gaya gesek kinetic (fk). Gaya-gaya tersebut akan berlawanan arah dengan gaya yang kita berikan. Saat benda dalam keadaan diam, maka gaya yang kita berikan tidak sebanding dengan fs maksimal yang dimiliki alas benda itu dengan permukaan bidang, sedangkan saat benda tepat akan bergerat, maka gaya yang kita berikan akan sama dengan  fs maksimal, serta pada saat benda sudah bergerak, maka gaya yang kita berikan akan lebih besar dari fs maksimal yang dimiliki benda dengan permukaan permukaan bidang. Hal ini menunjukkan, bahwa untuk melakukan suatu pergerakan atau perubahan, kita membutuhkan tenaga atau tekad yang lebih kuat. Karena apabila tekad yang kita miliki tidak cukup kuat, maka tidak aka nada pergerakan atau perubahan yang terjadi.  Kita tidak terjadi perubahan, itu berarti tidak ada yang berhasil kita lakukan dan tidak ada puncak kesuksessan yang berhasil kita taklukan.
Betapa indah bukan hidup dalam fisika. Allah telah meberikan ilmu bukan hanya untuk dipahami dalam satu sudut pandang saja karena kita adalah manusia yang selalu akan melakukan gebrakan dan perubahan serta dapat mengatasi gebrakan dan perubahan tersebut dengan akal-pikiran yang dianugerahkanNya paka kita.

0 komentar:

Posting Komentar