Sobat, sebenarnya apa yang dimaksud dengan kesuksessan?
Pertanyaan ini sepertinya sudah pernah kita dengar beribu-ribu kali. Jawabannya
pun banyak dan beragam yang bersumber dari berbagai motivator, tokoh, dan orang
terpandang lainnya. Jawaban yang beragam itu menunjukkan bahwa sukses setiap
orang pastilah berbeda-beda. Jika demikian adanya, maka tentu saja cara kita
dalam meraih kesuksessan pastilah berbeda pula.
Sejenak kita renungkan, betapa sulitnya kita
untuk mencari tahu bagaimana caranya menemukan jalan menuju sukses itu sendiri.
Jika jalan menuju suskes itu sendiri sulit dicari, bagaimana kita bisa sampai
di titik puncaknya? Namu jangan cemas. Kita dibekali akal bukan? Kapasitas akal
kita tak terbatas, begitu pula jangkauan berpikir kita pun pastilah sangat
luas.
Ada satu hal yang sangat besar
yang menunggu untuk kita lakukan. Namun, kita membutuhkan extra energy untuk memulainya. Setelah itu, hal yang sebelumnya
kita anggap mustahil untuk dilakukan, akan mengalir begitu saja. Seperti gaya
gesek. Sobat, kalian tahu kan, bahwa gaya gesek tebagi menjadi gaya gesek
statis (fs) dan gaya gesek
kinetic (fk). Gaya-gaya
tersebut akan berlawanan arah dengan gaya yang kita berikan. Saat benda dalam
keadaan diam, maka gaya yang kita berikan tidak sebanding dengan fs maksimal yang dimiliki
alas benda itu dengan permukaan bidang, sedangkan saat benda tepat akan
bergerat, maka gaya yang kita berikan akan sama dengan fs maksimal,
serta pada saat benda sudah bergerak, maka gaya yang kita berikan akan lebih
besar dari fs maksimal
yang dimiliki benda dengan permukaan permukaan bidang. Hal ini menunjukkan,
bahwa untuk melakukan suatu pergerakan atau perubahan, kita membutuhkan tenaga
atau tekad yang lebih kuat. Karena apabila tekad yang kita miliki tidak cukup
kuat, maka tidak aka nada pergerakan atau perubahan yang terjadi. Kita tidak terjadi perubahan, itu berarti
tidak ada yang berhasil kita lakukan dan tidak ada puncak kesuksessan yang
berhasil kita taklukan.
Betapa indah bukan hidup dalam
fisika. Allah telah meberikan ilmu bukan hanya untuk dipahami dalam satu sudut
pandang saja karena kita adalah manusia yang selalu akan melakukan gebrakan dan
perubahan serta dapat mengatasi gebrakan dan perubahan tersebut dengan
akal-pikiran yang dianugerahkanNya paka kita.






0 komentar:
Posting Komentar