Kita mulai dari dunia. Dari bejuta kepala, tentulah ada berjuta presepsi tentang apa yang dimaksud dengan dunia. Mungkin tak perlu kita bahas satu persatu. Namun, sobat, yang perlu kita yakini dan tetapkan dalam hati yaitu bahwa dunia tak mungkin terbentuk dengan sendirinya, tanpa ada sebab dan maksud. Dan tentulah kita tahu bahwa yang menciptakan dunia ini dengan maksud tertentu tiada lain tiada bukan ialah Allah SWT.
Lalu, sejak kapan maksud dan tujuan dunia ini terbentuk dan kita sebagai makhluk yang luar biasa kecil di hadapan-Nya ada? ya tentulah sejak jauh hari. Sejak jauh hari telah ditentukan apa yang akan kita alami sebagai penghuni muka bumi. Sejak jauh hari pula telah ditentukan apa yang menjadi nasib kita.
Masalahnya, sobat, hidup ini terus berlanjut. Bukan berarti dengan telah ditentukannya nasib kita sejak jauh hari sebelum kita melek di dunia ini kita bisa senantiasa hanya duduk manis menunggu apa yang akan terjadi selanjunya. Live must go on, sob. Dan dengan janji Allah SWT, akan tiba saatnya muncul peradaban dengan kekhalifahan baru di dunia ini. Janji Allah, sob, janji Allah.
Lha, apa kita sudah siap menghadapinya? gak mau kan jika suatu saat ketika hal itu terwujud kita menjadi umat yang mengecewakan? sudah saatnya kita mengubah pola pikir kita. Terlalu egois untuk hanya memikirkan apa yang akan kita dapat dan membuat sebuah acuan hidup yang terorientasi dengan "duniawi".
Sebagai generasi muda yang mengaku umat Rosul, seharusnya kita malu, dengan segala kesempurnaan yang kita dapat, kita hanya menikmatinya sendiri. Lihat saudara-saudara kita di Baitul Aqsho. Mereka telah kehilangan kejayaan untuk hidup layak seperti kita. Masih pantaskah kita bergaya lagaknya seorang pahlawan?.
Siapa diantara kita yang mengaku muslim sejati? Ingat sobat, bukankan Allah sudah berjani, maka hal itu akan benar-benar dan pasti akan terwujud. Dan Ia telah menyiapkan bala tentara diantara kita untuk memperjuangkannya. Jika bukan kita? bukan siapa lagi, sama sekali bukan, melainkan jika bkan kita, pasti ada yang lain. Di dunia ini berlaku hukum substitusi. Everything is possible. Untuk itu, persiapkanlah diri kalian. Bukan berlari hingga lelah yang harus kau lakukan, malainkan berlarilah hingga mati. Karena bukan hasil yang menjadi pertimbangan, melainkan proses yang telah kita lakukan. SEMANGAT.. okeoke...







0 komentar:
Posting Komentar