Pada sesi pertama, beliau bertanya
tentang pelajaran apa yang melatih kita untuk berpikir secara logis. Dan pasti
udah pada tau kan ya, dari semua mata pelajaran, matematika memang memiliki
banyak andil dalam melatih kita supaya berpikir logis.
Setelah pertanyaan pertama itu,
akhirnya sesi kedua dimulai. Berbeda dengan sesi pertama, pertanyaan yang kedua
ini lebih menitikberatkan pada penggunaan matematika itu sendiri sebagai media
berfikir logis. Beliau bertanya mengapa dalam matematika negative (-) dikalikan
dengan negative (-) hasilnya adalah positif (+). Sebenarnya kan hal itu bisa
kita jawab dengan logika matematika. Mungkin kita gak perlu bahas itu di sini
kali ya coz that’s not the point.
Menurut pandangan pribadi sih, hal
yang dimaksud dengan “benar” adalah apabila kita berada di temat yang “benar”
bersama orang-orang yang “benar” pula. Mungkin kata “benar” dapat memiliki
makna yang berbeda bagi setiap orang. Mari kita beri contoh. Sebut saja seorang
pelaku maksiat. Dia akan dianggap sebagai benar apabila ia berada di tempat
prostitusi bersama orang yang senang melakukan maksiat pula. Dan adalah benar
jika orang yang sholeh ditakdirkan untuk bersama orang yang sholeh pula. Neraka
untuk orang seorang pendosa adalah benar dan benar pula apabila surga
diperuntukan bagi orang yang gemar beribadah kepada Allah.
Baik dan buruknya nilai suatu
hal/perkara tidak ditentukan oleh indra manusia saja, melaikan telah ditetapakn
secara jelas dan terperinci di dalam Al Qur’an. Bukan berarti jika kita ingin
dianggap sebagai perkara yang benra kita bisa mempraktikan esensi dari negative
dikalikan dengan negative. Tetap saja perkara yang benar dan salah telah sangat
jelas diterangkan perbedaannya. Baik dan buruknya tabiat seorang manusia
tergantung dari pemikiran yang ia miliki yang mendasari segala kegiatan yang ia
lakukan. Sedangkan pemikiran datang dari aqidah masing-masing individu. Karena itulah
begitu pentingnya keberadaan aqidah islam yang benar yang tertanam dengan
sangat kuat dalam diri manusia untuk menciptakan karakter manusia yang baik dan
melahirkan manusia yang berperilaku benar. Karena kita tau bahwa setiap manusia
yang telah baligh memiliki kewajiban untuk mempertanggungjawabkan dan menerima
konsekuensi dari segala hal yang ia lakukan.






0 komentar:
Posting Komentar