Senin, 21 Januari 2013

Salah Istilah Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja è remaja yang nakal. Istilah itu udah buanyak binti sering banget dibahas. Masih penasaran nih, sebenernya perilaku yang bagaimana sih yang bisa dikategorikan sebagai kenakalan remaja? Terus bedanya sama kenakalan orang uzur gimana? Bingung juga kan? Itulah akibatnya jika kita mengkategorikan suatu perkara atas penginderaan manusia saja.

Coba jika seandainya kita menetapkan hokum Allah. Di dalam Al Qur’an telah sangat jelas pembagian antara usia seseorang yaitu antara orang yang sudah dan belum balig. Bisa saja kita mengkategorikan manusia berdasarkan umur, seperti batita, balita, anak-anak, remaja, dewasa, dan manula agar mereka mudah diidentifikasi dan diklasifikasi karena alasan kesehatan misalnya. Namun, untuk perkara hukum-menghukum serta adil-mengadili, penbagian manusia atas dasar balig atau belum balig didasarkan atas keterikatannya dengan hukum syara’.

Setiap orang yang telah balig tentunya segala tindak-tanduknya sudah pasti dikaitkan dengan payung hukum yang berlaku. Jika dia melakukan kesalahan, baik itu kesalahan yang sederhana hingga yang rumit, maka sanksi pun akan dijatuhkan tanpa pandang bulu (mau bulu ayam, sapi atau badak sekalipun.. eh,, badak punya bulu ya?).


Sekarang, kita mengenal istilah kenakalan remaja. Bisa jadi yang dimaksud dengan kenalakan remaja adalah segala bentuk penyimpangan sosial seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkotika, tawuran, geng motor, dan masih banyak lagi. Coba bayangkan, hal seperti itu disebut kenakalan REMAJA? Itu mah maksian agan n sis. And hukuman bagi para pelaku maksiat itu sama, alias tidak ada perbedaan bagi kalangan remaja atau manula sekalipun selagi mereka sudah memasuki masa akil balig.

So, what’s the point? The point is jika ada istilah “kenakalan remaja” maka hal ini akan beujung pada pengecualian yang mewajarkan perilaku menyimpang tersebut untuk tetap langgeng di kalangan teens itu. Contoh kasus, “Pak, saya mendapati anak bapab, si Fulan yang masih SMA itu tawuran sama temen-temennya”……..”ya wajarlah, namanya juga remaja”. Nah loh kalo udah timbul anggapan seperti itu, maauu dibabaawaa kemana kehidupan kita????  

Kalo ada yang nanya kenapa sih cape-cape ngomongin balig-belum balig, maksiat n turunannya? Toh yang ngelakuin GUE, yang ngerasain GUE. Lah ia emang ELO sih yang ngelakuin. Tapi sob, liat akibatnya. Ngerrugiin banyak orang bro. contoh kecilnya aja tentang pacaran. Kalo kita punya temen yang pacarang sedangkan pacaran adalah zinah dan zinah adalah dosa besar terus kita diem aja tanpa ngingetin bahwa itu adalah perbuatan dosa, akibatnya FATAL boss (dosa ditanggung sendiri). Belum lagi ngerusak mental, belum lagi ngajak yang lain ngedosa juga. Duh, kalo diitung-intung banyak juga ye dosa kite. Akibat dari apa coba? Kelalaian kita lah sebagai manusia yang ngutak-ngatik hukum yang sebenernya udah Allah persiapkan untuk kita, yang selalu menyusupkan pemikiran-pemikiran radikal (kayanya keabisan antioksidanèmenangkal radikal bebas), dan yang paling parah yaitu membuat pengecualian-pengecualian hukum yang udah jelas wajib, sunah, mubah, makruh n haram supaya bisa ngedosa tapi ngerasa bener. Nah, yang kaya begituan gimana tuh? Jangan dipraktikin lagi ya. Mari kita beristighfar bersama-sama. Astaghfirullohal’adziim.

0 komentar:

Posting Komentar