-->
Hari ini aku merasa sangat letih sekali. Tak pernah aku merasa seletih ini, bahkan mungkin ini adalah hari terletih seumur hidupku. Sesekali terlintas di benakku, “masih pantaskah aku mengeluh?”. Aku tak punya teman bicara. Jika kulihat bayangan diriku di cermin, aku selalu ingin menangis. Setidaknya masih ada yang menangisiku walaupun itu adalah diriku sendiri. Sedih.
Setiap pribadi memiliki hal yang mereka anggap patut untuk dibanggakan. Orang yang berilmu percaya diri akan ilmunya. Orang kaya percaya diri dengan hartanya. Orang yang rupawan percaya diri akan rupanya. Dan banyak hal lainna yang membuat mereka percaya diri. Namun bagaimana dengan diriku? Apa yang aku miliki? Inikah yang dimaksud dengan krisis percaya diri? Entahlah.
Jika dilihat dari berbagai sisi pun, aku memang patut untuk dinomor duaka, atau dinomor sekiankan pun aku tak peduli. Tapi aku sudah lelah, setidaknya untuk hari ini. Maaf.
Hal yang membuatku bertahan, percaya dan yakin, kian kemari kian pudar. Hanya iman yang membelaku. Aku seperti marah, tapi tak tahu apa yang kumarahi. Lebih tepatnya aku tak mau memarahi hal itu. Hal yang selalu menemaniku. Tolong.
Apakah bersikap tegar adalah suatu bentuk kebohongan? betapa munafiknya. Pertanyaan besar pun akhirnya muncul. Apakah jika aku tidak ada, dunia akan menangis? Atau bahkan semut pun tertawa kegirangan? Seperti yang pernah kubilang, “Arai memang benar, orang sepertiku tak akan mati jika tak punya mimpi, jika tak punya iman”.
Sekali lagi maafkan aku. Bukan maksudku untuk memaki diriku sendiri. Aku hanya tak ingin menyalahkan siapa pun atas apa yang aku alami. Tidak lagi.






0 komentar:
Posting Komentar