Tidak bisa dipungkiri jika pendidikan agama yang
diselenggarakan di kelas hanya berlangsung selama kuranglebih 2-3 jam pelajaran
setiap minggunya. Tentu saja waktu
tersebut tidak sebanding dengan tantangan zaman remaja saat ini karena patut
dirasakan sangat kurang untuk menggembleng moral dan membentuk karakter remaja dengan basis aqidah. Jika aktivitas keagamaan tambahan di luar
sekolah seperti Rohis dicurigai sebagai media dalam metode baru untuk merekrut teroris, maka dampaknya adalah
terbentuknya imej buruk yang mengakibatkan hilangnya kepercayaan masyarakat. Sedangkan,
kegiatan Rohis itu sendiri tidak akan pernah bias lepas dari dunia social kemasyarakatan.
Kondisi ini juga dipersulit karena mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama
Islam. Sangat ironis jika suatu kegatan keagamaan dicurigai dan bahkan dihindari
oleh pemeluk agama itu sendiri.
Berita mengenai
penuduhan Rohis sebagai sarang teroris belakangan ini sedang marak disiarkan di
berbagai media massa. Sungguh ironis, di tengah kemrosotan moral para remaja,
rohis sebagai salah satu media pembentukkan karakter yang sangat efektif justru
malah disudutkan dan diberikan gambaran negatif. Hal ini memberikan sugesti negatif
kepada para orang tua untuk melarang putra-putrinya melakuan aktivitas
keagamaan baik di luar maupun di dalam sekolah seperti Rohis.
Penjastivikasian Rohis sebagai sarang teroris berarti
memberikan kesan kepada masyarakat bahwa apa yang diajarkan dari nilai-nilai
Islam adalah hal yang berbau terorisme. Terorisme bukanlah suatu kegiatan yang
sejalan dengan prinsip Islam. Sangat tidak adil apabila perbuatan segelintir
orang yang tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan perbuatannya itu berdasar
pada ajaran islam dijadikan sebagai represenatif dari suatu golongan. Hal ini
menunjukkan rendahnya pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai yang terkandung
dalam islam itu sendiri. Jika pembelajaran mengenai nilai-nilai Islam dibatasi,
maka kita dapat memprediksi bagaimana pola piker dan sikap mausia di masa
depan.
0 komentar:
Posting Komentar