Rabu, 03 Oktober 2012

Unreliable





Tidak bisa dipungkiri jika pendidikan agama yang diselenggarakan di kelas hanya berlangsung selama kuranglebih 2-3 jam pelajaran setiap minggunya.  Tentu saja waktu tersebut tidak sebanding dengan tantangan zaman remaja saat ini karena patut dirasakan sangat kurang untuk menggembleng moral dan  membentuk karakter remaja dengan basis aqidah.  Jika aktivitas keagamaan tambahan di luar sekolah seperti Rohis dicurigai sebagai media dalam metode baru  untuk merekrut teroris, maka dampaknya adalah terbentuknya imej buruk yang mengakibatkan hilangnya kepercayaan masyarakat. Sedangkan, kegiatan Rohis itu sendiri tidak akan pernah bias lepas dari dunia social kemasyarakatan. Kondisi ini juga dipersulit karena mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama Islam. Sangat ironis jika suatu kegatan keagamaan dicurigai dan bahkan dihindari oleh pemeluk agama itu sendiri.
Berita mengenai penuduhan Rohis sebagai sarang teroris belakangan ini sedang marak disiarkan di berbagai media massa. Sungguh ironis, di tengah kemrosotan moral para remaja, rohis sebagai salah satu media pembentukkan karakter yang sangat efektif justru malah disudutkan dan diberikan gambaran negatif. Hal ini memberikan sugesti negatif kepada para orang tua untuk melarang putra-putrinya melakuan aktivitas keagamaan baik di luar maupun di dalam sekolah seperti Rohis. 
Penjastivikasian Rohis sebagai sarang teroris berarti memberikan kesan kepada masyarakat bahwa apa yang diajarkan dari nilai-nilai Islam adalah hal yang berbau terorisme. Terorisme bukanlah suatu kegiatan yang sejalan dengan prinsip Islam. Sangat tidak adil apabila perbuatan segelintir orang yang tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan perbuatannya itu berdasar pada ajaran islam dijadikan sebagai represenatif dari suatu golongan. Hal ini menunjukkan rendahnya pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam islam itu sendiri. Jika pembelajaran mengenai nilai-nilai Islam dibatasi, maka kita dapat memprediksi bagaimana pola piker dan sikap mausia di masa depan.

0 komentar:

Posting Komentar